loading...

Objek Wisata Menarik di Pulau Bali : Tanah-Lot

0 Deal Offers

Di pulau bali, ada beberapa objek wisata yang wajib di kunjungi. Salah satunya adalah Tanah-Lot yang merupakan tempat ibadah umat Hindu dan terletak di atas sebuah batu karang besar.

Yang menarik di Tanah-Lot, berdiri dua pura yang berada di dua lokasi berbeda.

Satu pura yang dikenal dengan Pura Luhur Tanah Lot terletak di atas bongkahan batu karang besar. Pura ini dibangun untuk memuja Tuhan, yaitu Dewa Laut demi memohon keselamatan dan kesejahteraan dunia, serta keseimbangan antara laut dan bumi.

Di sebelah baratnya, terdapat Pura Batu Bolong yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Pura ini digunakan umat Hindu untuk menggelar upacara Melasti atau upacara keagamaan lainnya.

Jadi, jika ingin melihat keindahan pura, baiknya jika datang di sore hari, saat air laut sedang surut. Di samping itu, ada banyak peraturan yang harus hormati.

Untuk bagian pura, hanya boleh dimasuki oleh umat Hindu yang ingin beribadah. Sehingga pengunjung yang beragama non-Hindu hanya bisa berkeliling di sekitar pelataran pura saja. Pengunjung sangat disarankan untuk mengenakan pakaian yang sopan ketika hendak masuk ke sini.

Sejarah dan Legenda

Mengenai sejarah pasti tentang Pura Tanah-Lot sendiri masih belum bisa dipastikan. Namun berdasarkan Legenda dikutip dari wikipedia.com, pada abad ke 15 Bhagawan Dang Hyang Nirartha atau dikenal dengan nama Dang Hyang Dwijendra melakukan misi penyebaran agama Hindu dari pulau Jawa ke pulau Bali. Yang disambut dengan baik oleh Raja Dalem Waturenggong, raja yang berkuasa saat itu. Hingga penyeberan agama Hindu berhasil sampai ke pelosok-pelosok desa yang ada di pulau Bali.

Kemudian diikisahkan bahwa Dang Hyang Nirartha, melihat sinar suci dari arah laut selatan Bali, seketika beliau bergegas mencari lokasi dari sinar tersebut dan tibalah beliau di sebuah pantai di desa Beraban, Tabanan.

Pada saat itu pemimpin desa Beraban, Bendesa Beraban Sakti sangat menentang ajaran agama Hindu. Diketahui,  Bendesa Beraban Sakti, menganut aliran monotheisme.

Lantas Dang Hyang Nirartha pun melakukan meditasi di atas batu karang yang menyerupai bentuk burung beo yang pada awalnya berada di daratan. Namun dengan berbagai cara, Bendesa Beraban ingin mengusir Dang Hyang Nirartha dari tempat meditasinya.

Kemudian dipindahkanlah batu karang tempat bermeditasinya Dang Hyang Nirartha  ke tengah pantai dengan kekuatan spiritual. Batu karang tersebut diberi nama Tanah Lot yang artinya batu karang yang berada di tengah lautan.

Semenjak peristiwa itu Bendesa Beraban Sakti mengakui kesaktian Dang Hyang Nirartha dengan menjadi pengikutnya untuk memeluk agama Hindu bersama dengan seluruh penduduk setempat.

Dikisahkan pula, sebelum meninggalkan desa Beraban, Dang Hyang Nirartha memberikan sebuah keris kepada bendesa Beraban. Keris tersebut memiliki kekuatan untuk menghilangkan segala penyakit yang menyerang tanaman.

Saat ini keris tersebut disimpan di Puri Kediri dan dibuatkan upacara keagamaan di Pura Tanah Lot setiap enam bulan sekali hingga saat ini. Hal ini rutin dilakukan oleh penduduk desa Beraban, kesejahteraan penduduk sangat meningkat pesat dengan hasil panen pertanian yang melimpah dan mereka hidup dengan saling menghormati.

Gua Ular Suci dan Gua Air Suci

Di Tanah-Lot terdapat beberapa gua kecil yang dapat dikunjungi. Salah satunya Gua Ular Suci dan Gua Air Suci.

Pada Gua Ular Suci, tersimpan beberapa ular laut yang diyakini sebagai penjaga pura. Meskipun ular tersebut adalah ular berbisa, pengunjung diperbolehkan memegang dan berfoto dengan ular tersebut di temani dengan pawang hanya dengan membayar uang sukarela dikotak yang telah disediakan.

 

 

Gua Air Suci atau Tirta Pabersihan adalah air yang dikeramatkan. Letaknya berada tepat didepan Gua Ular Suci dan sumber airnya berasal dari mata air tengah laut. Selain digunakan untuk keperluan ibadah umat Hindu, wisatawan diperbolehkan untuk meminum air suci tersebut atau sekedar membasuh tangan dan wajah. Ketika diminum, airnya terasa segar dan tidak meninggal rasa asin sedikitpun. Masyarakat pun percaya jika air dari Tirta Pebersihan memiliki banyak khasiat.

Pura di sekitar Tanah-Lot

Tanah Lot tak hanya memiliki dua buah pura. Selain Pura Luhur Tanah Lot dan Pura Batu Bolong, ada juga beberapa pura suci lain yang lokasinya berada di sekitar objek wisata ini. Pura-pura suci tersebut bisa kamu jelajahi satu per satu karena letaknya saling berdekatan. Menariknya lagi, berbagai pura tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut ulasannya:

  • Pura Jero Kandang: Tempat untuk memohon perlindungan untuk ternak dan tanaman pertanian dari segala penyakit.
  • Pura Enjung Galuh (berdekatan dengan Pura Jero Kandan): Tempat untuk pemujaan Dewi Sri, dewi kesuburan tanah.
  • Pura Penataran (terletak di sebelah utara Pura Tanah Lot): Tempat untuk memuja Tuhan agar mendapat kebahagiaan dan kesejahteraan.
  • Pura Batu Mejan atau dikenal pula dengan Pura Beji: Tempat untuk mendapatkan Tirtha Penglukatan, mata air suci yang diyakini dapat menyucikan segala sesuatu dari sifat negatif.
  • Pura Pekedungan (pura pusat kemakmuran): Tempat Dang Hyang Nirartha melakukan meditasi dan umat Hindu melaksanakan persembahan.
  • Pura Penyawang (terletak di sisi barat Pura Penataran: Tempat alternatif untuk sembahyang di kala air pasang menutup jalan menuju Pura Luhur Tanah Lot.
Tanah-Lot adalah tempat ibadah bagi umat Hindu, maka dari itu bagi pengunjung yang bukan beragama Hindu sebaiknya menghargai dan menghormati peraturan-peraturan didalam tempat tersebut. Hindari melakukan hal-hal yang melecehkan atau tidak sopan.

Jika beruntung, Anda dapat menyaksikan Upacara Keagamaan umat Hindu yang dilaksanakan di Tanah-Lot.

Dan bila ingin melihat golden sunset, datanglah sekitar jam 17:00. Jam tersebut dikatakan tepat bagi pengunjung untuk menikmati sunset dari awal sampai akhir. Anda juga dapat menyaksikan pertunjukan “Kecak Dance Fire Show” di Taman Budaya Surya Mandala, di sebelah barat Pura Batu Bolong atau sebelah Restoran Melasti dengan biaya tiket Rp50.000 per orang.

Jika tertarik datang ke Tanah-Lot, silakan datang ke Desa Braban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali. Bisa dikunjungi setiap hari, mulai jam 07:00 hingga 19:00. Harga tiket untuk turis domestikRp 20.000 dan anak Rp 15.000, dan untuk turis asing Rp 60.000 dan anak Rp 30.000.

Jika Anda hendak berkunjung ketempat ibadah, selalu ingat. Jaga sikap dan jaga ucapan, serta jaga barang bawaan. Semoga kita senantiasa dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Om Swastiastu.

Share: